Penetrasi pasar smartphone Android yang telah mencapai lebih dari 80 persen di tahun 2013 lalu membuat para pengamat menyarankan agar vendor-vendor besar smartphone yang belum menggunakan sistem operasi ini segera menggunakannya.

Steve Wozniak yang merupakan co-Founder Apple juga menyarankan agar Apple segera membuat smartphone Android agar Apple bisa turus serta bersaing pada pasar low-end. Blackberry pun juga sedang mencari cara agar aplikasi-aplikasi Android bisa dapat dijalankan di Smartphone tersebut.

Lalu bagaimana dengan Microsoft yang baru saja membeli bisnis ponsel Nokia yang menjadikan sistem operasi Windows Phone menjadi unggulannya? Beberapa orang beranggapan, dengan adanya pergantian pemimpin, Microsoft sebenarnya mempunyai momentum yang tepat untukmenggunakan sistem operasi baru lainnya, seperti Android agar dapat maksimal turut serta bersaing pada segmen Mobile.

Tetapi, seperti dikutip dari situs teknologi Ars Tecnica, Microsoft mengaku malah akan merasa kewalahan jika menggunakan sistem operasi Android. Mengapa demikian?

Kemungkinan besar Microsoft akan mengadopsi Android “kosongan” yang tidak memiliki aplikasi dan juga layanan Google seperti Gmail, Google Maps, Google Play, dll. Padahal sebenarnya yang menjadikan smartphone Android menjadi begitu fungsional dan banyak diminati adalah layanan Google Mobile Service (GMS) yang ada di dalam platform Android.

Peter Bright dari Ars Technica menjelaskan bahwa pada GMS, Google sudah menambahkan fungsionalitas yang sangat signidikan, termasuk messaging dan juga Browser Chrome. Dan jika Google menggunakan platform Android tanpa adanya layanan GMS maka hal itu akan membuat Microsoft kerepotan sendiri karena tidak ada aplikasi GMS dalam platform Androidnya.

Sepertinya, ada dua pilihan yang harus dipilih oleh pihak Microsoft. Yakni, menawarkan Smartphone yang memiliki layanan Google dan harus merelakan Aplikasi dari Google “menguasai” smartphonenya. Atau mengadopsi Android tanpa fitur GMS dan memberikan layanan dan fitur-fitur yang sebanding dengan GMS yang memang sudah ada dalam platform Android.

Namun mengenai hal ini, belum diketahui secara pasti apakah Microsoft akan benar-benar menggunakan platform Android tanpa Aplikasi atau membiarkan GMS masuk pada ponselnya.