Setelah sukses menjadi ponsel oficial Olimpiade London 2012, kini dengan handset Galaxy Note 3, Samsung kembali menjadi sponsor resmi Olimpiade Musim Dingin 2014 yang berlangsung di Sochi, Rusia, 7-23 Februari. Seluruh atlet yang berpartisipasi dalam ajang ini kabarnya akan mendapatkan phablet Galaxy Note 3 edisi khusus tersebut.

Setelah sebelumnya sukses menjadi ponsel official Olimpiade :onden pada tahun 2012 kini dengan handset Galaxy Note 3, Samsung terpilih kembali menjasi sponsor resmi Olimpiade Musim Dingin 2014 yang tengah berlangsung di Sochi, Rusia dari 7-23 Februari

Tapi ternyata Samsung belum puas. Dilansir dari laman Apple Insider pada Sabtu (8/2/2014). Samsung yang merupakan Sponsor utama kabarnya meninta kepada panitia penyelenggara Olimpiade Sochi 2014 untuk menjamin tidak ada satupun logo ataupun perangkat dari brand Apple yang muncul ketika upacara pembukaan sednag berlangsung.

Ini berarti, para Atlet yang menggunakan ipad ataupun iphone juga harus menyembunyikan perangkatnya. Dan kabar yang beredar, sebenarnya Samsung juga ingin hal tersebut di terapkan pada brand-brand perangkat teknologi lainnya. Tapi karena alasan yang tidak diketahui, akhirnya hanya Apple saja yang harus menjadi ‘Korbannya’.

Beberapa pihak menilai jika apa yang telah dilakukan Samsung terlalu berlebihan dan seharusnya tidak perlu dilakukan. Tapi, jika melihat rekam jejaknya yang merupakan pesaing terberat dari Apple, maka sangat tidak heran jika salah satu di antara keduanya ini saling membuat keputusan yang begitu merugikan pihak lawan.

Pada 22 November 2013 lalu, perseteruan yang terjadi antara Samsung vs Apple sudha dianggap memasuki babah final. Dan sialnya, ‘pertarungan final’ tersebut dimenangkan oleh Apple.

Dengan keputusan delapan juri di Pengadilan California yang memutuskan bahwa sejumlah produk Samsung telah terbuksi secara sah dan telah melanggar hak paten smartphone dan tablet yang dimiliki oleh Apple.pengadilan California akhirnya memutuskan agar Samsung membayar denda untuk pelanggaran tersebut sebesar USD 290 juta atau sekitar Rp. 3,4 triliun kepada pihak Apple.